Gema Keadilan Bergerak untuk Menangkan Fauzi Bowo
Ahanas Saebu : “Kami melihat dukungan partai kepada pasangan Fauzi Bowo sudah tepat, karena dia (Fauzi) mempunyai pengalaman pimpin Jakarta dan track record juga sudah jelas,” Jakarta, Rabu, (15/8/2012).
INILAH.COM, Jakarta – Dukungan yang diberikan oleh Partai Keadilan Sejahtera kepada pasangan Cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di Pemilukada putaran kedua, disambut gembira oleh Barisan pemuda PKS yang tergabung dalam GEMA Keadilan.
Ketua DPD GEMA Keadilan, Ahanas Saebu mengatakan PKS sudah tepat mengambil keputusan untuk mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sebab, Fauzi Bowo sudah teruji kepemimpinannya, dan GEMA Keadilan siap memenangkan pasangan Cagub itu pada tanggal 20 September mendatang.
“Kami melihat dukungan partai kepada pasangan Fauzi Bowo sudah tepat, karena dia (Fauzi) mempunyai pengalaman pimpin Jakarta dan track record juga sudah jelas,” katanya di Jakarta, Rabu, (15/8/2012).
Ia menjelaskan, seluruh jaringan GEMA Keadilan sudah mulai bergerak saat ini seperti DPD Jakarta Timur yang sudah melakukan pembahasan internal. “Saat ini kita tengah melakukan konsolidasi internal, kumpul DPD, DPC untuk menyamakan visi dan misi, yang difasilitasi oleh DPW,” jelasnya.
Ahanas menyebutkan, setelah DPP Partai resmi, maka GEMA Keadilan sebagai underbow partai siap menjalankan instruksi partai. Selain itu, pihaknya juga siap melakukan sinkronisasi dengan tim sukses Fauzi Bowo baik di tingkat cabang maupun di tingkat kelurahan sesuai arahan DPW. “Kami siap memenangakan Fauzi-Nara di putaran kedua,” tegasnya.
Pilkada DKI, Hidayat – Didik Menang 1 Putaran?
Pilkada Jakarta semakin Panas, bumbu-bumbu “peperangan” pun terjadi, Paling terlihat terjadi saling sahut dan saling sindir antara Pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli dengan Pasangan Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Saya ketimbang saling sindir dan saling perang urat syaraf yang notabene menghabiskan energy lebih baik terus memperjelas kerangka kerja yang berguna untuk Masyarakat Jakarta, demikian pula Pasangan Alex Noerdin yang sahut menyahut dengan Pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli, Saya katakan lagi semuanya akan menghabiskan energi. Sebaiknya semua Kandidat FOKUS membuat program kerja yang Rasional agar rakyat Jakarta punya pilihan tepat dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 11 Juli mendatang.
Saya justru tertarik dengan Pasangan Hidayat Nurwahid – Didik J Racbini, Pasangan Faisal Basri – Biem Benyamin dan Pasangan Hendardji – Riza, tak terlihat persinggungannya dengan kandidat lain. Memang seharusnya lah semua kandidat membangun kompetisi bersih untuk Indonesia lebih baik dimulai dari Pilkada DKI Jakarta.
Bang Foke, Anak Aye Dikeluarin dari Sekolah!
Pasal 31 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menjamin, “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”.
Sayangnya, jaminan itu hanya tertulis dalam Undang-Undang Dasar. Kenyataan di lapangan, sungguh jauh panggang dari api. Mahalnya biaya sekolah, termasuk di Jakarta, selalu mencekik orangtua murid.
“Anak aye dikeluarin dari sekolah Bang Foke, karena kagak bisa bayar. Udeh sekolahnya juga reot, masih juga kagak kesian sama orang melarat. Mana nih BOP dan BOS-nye? Nyang ade makin bayak aja nih BOS alias Barisan Orang Susah,” ujar kumpulan emak-emak di Sunter, Jakarta Utara.
Senada dengan jeritan emak-emak, Bang Rony, warga Jakarta Timur juga menuntut hak pendidikan untuk anak jalanan.
himbauan dan permohonan maaf Untuk Warga DKI dan sekitarnya….
Untuk Warga DKI dan sekitarnya….
Kami sampaikan bahwa besok Ahad 1 Juli 2012 pukul 17.00 – 12.00 wib, cagub DKI no 4 Hidayat – Didik akan melaksanakan Kampanye terbuka di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan. Rencana, Stadion kecil itu akan disesaki oleh lebih dari 200 ribu massa pendukung & simpatisan Hidayat-Hidik.
untuk itu, kemacetan di sekitar Jl. Rasuna Said tidak bisa dielakkan. Maka kami himbau, jika tidak dalam rangka darurat atau ingin berpartisipasi dalam acara kampanye tersebut, jangan melalui jalan tersebut pada pukul 07.00-12.00 besok.
Kami sampaikan mohon maaf atas kemacetan di Jl. Rasuna Said yang akan terjadi esok hari.
Terima kasih, tolong infokan ke teman-teman yang lain
Belasan Ribu Perajin & Pengusaha Tempe Siap Dukung Hidayat-Didik
Jakarta (28/6)–Usai menjalani agenda kampanye di Kepulauan Seribu, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, menerima kedatangan perwakilan Koperasi Aliansi Tani Nasional (Kopatnas).
Bertempat di Markas Pemenangan Hidayat-Didik, Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (28/6), Hidayat-Didik menerima pengurus Kopatnas yang diwakili Rafi dan Lita. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan belasan ribu perajin dan pengusaha tempe yang tergabung dalam Kopatnas.
Menurut mereka, selama ini nasib pengusaha tempe tidak mendapat perhatian besar dari pemerintah, seperti dalam kasus tingginya harga kedelai impor yang membuat para pengusaha tempe menjerit.
“Kalau dilihat potensi pengusaha tempe itu sangat besar sekali. Sayangnya selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Karena itu, kita hanya menanamkan prinsip, ayo kita berjuang di atas kaki kita sendiri,” ungkap Lina.
Optimis Menang, HNW Minta Warga Jangan Golput
INILAH.COM, Jakarta – Warga Jakarta Barat tampak antusias mengikuti kampanye terbuka pertama, pasangan calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini yang digelar di Gelanggang Olahraga Lokasari, Jakarta Barat.
Dalam Pemilukada DKI Jakarta yang akan berlangsung 11 Juli 2012 mendatang, mantan Ketua MPR RI itu berharap semua warga Jakarta ikut berpartisipasi. Hidayat juga perpesan kepada warga Jakarta untuk menggunakan hak suara mereka dengan benar dalam pesta demokrasi yang digelar lima tahunan itu.
“Pemilukada ini kan berkaitan dengan kedaulatan rakyat, jangan ada yang golput lah. Jangan juga ada jual beli suara. Itu merendahkan martabat warga,” ucap Hidayat kepada wartawan di depan GOR Lokasari Jakarta Barat, Senin (25/6/2012) pagi.
Hidayat: Jakarta Tak Boleh Kalah dari Kota Lain
INILAH.COM, Jakarta – Tidak kurang dari 1000 warga padati Jalan Petamburan I Kecamatan Tanah Abang menyambut kedatangan calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, Jumat (22/6/2012) malam.
Setibanya di lokasi, Hidayat langsung disambut warga dengan shalawat dan teriakan takbir. Calon gubernur nomor urut 4 itu pun diajak menuju salah satu rumah warga untuk meresmikan rumah tersebut sebagai posko relawan pemenangan Hidayat+Didik.
Setelah peresmian, ribuan masyarakat yang didominasi kaum ibu tersebut berjalan mengikuti Hidayat menuju Masjid Ar-Rahman. Masyarakat Petamburan mengundang Hidayat untuk mengisi acara Isra Mi’raj yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-485 pada hari ini.
Foke Pakai Voorijder, Gimana Mau Merasakan Macet Jakarta
JAKARTA – Warga Jakarta menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkait kemacatan di Ibu Kota. Penggugat menilai belum ada kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasi kemacetan.
“Coba Anda lihat sendiri di jalanan bagaimana sitiuasinya,” kata salah penggugat, Ngurah Anditya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2012).
Gus Sholah Titipkan Nasib Pedagang ke HNW-Didik
INILAH.COM, Jakarta – Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, kembali mendapat dukungan untuk bersaing di Pemilukada DKI Jakarta. Kali ini dukungan datang dari Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI).
Dukungan itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pasangan Cagub Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dengan Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI). Acara penandatanganan nota kesepakatan berlangsung di kediaman Dewan Pembina FOPPI, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, di jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2012) malam. Continue reading
Fatwa: Hidayat Kualitas Internasional
INILAH.COM, Jakarta – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut empat, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini anggota DPD AM Fatwa datang memberikan dukungan bersama elemen Human Resources Center (HRC).
“Hidayat, kita semua tahu bagaimana kepemimpinan nasionalnya,” kata Fatwa, bersama 300 lebih perwakilan kepemudaan HRC di Markas Pemenangan Hidayat-Didik, Jalan Buncit Raya 30, Jakarta Selatan.
Wakil ketua MPR 2004-2009 ini tak meragukan kapasitas kepemimpinan Hidayat yang sudah mendunia. Ketika menjabat presiden PKS pada pemilu 2004 lalu, Hidayat membawa PKS meraih suara tertinggi di Jakarta. Selain itu Hidayat sukses menjadi pucuk pimpinan lembaga tinggi negara, MPR dari 2004-2009.
“Terakhir beliau menjabat ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, artinya hubungannya sudah dengan dunia internasional,” papar Fatwa.
Hidayat: Kopaja-Metromini Harus Gunakan Busway
INILAH.COM, Jakarta – Kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Jakarta. Meskipun sejumlah terobosan sudah dilakukan seperti pembuatan busway Transjakarta.
Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid berpendapat, ke depan tidak tertutup kemungkinan membolehkan Kopaja dan Metromini untuk menggunakan busway sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan Jakarta.
Hidayat mengatakan hal itu saat menerima perwakilan dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) di Markas Pemenangan Hidayat-Didik Center, Jalan Buncit Raya 30 Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2012) pagi.
“Busway ini perlu dioptimalkan dan ditingkatkan, karena ini adalah solusi nyata yang sudah ada di depan mata,” kata Hidayat.
Dia mengatakan pengoptimalan dan peningkatan busway adalah dengan memasukkan lebih banyak transportasi umum di jalur busway.
Nyok Ikut Lomba Mirip HNW-Didik
INILAH.COM, Jakarta – Tim relawan pasangan calon Gubernur Hidayat Nur Wahid dan Wakil Gubernur Didik J Rachbini, mengelar lomba ‘mirip Hidayat-Didik’.
Menurut Cawagub Didik J Rachbini, lomba unik ini hanya sekadar hiburan belaka, menjelang Pemulikada DKI Jakarta. Dia membantah jika lomba ini adalah bentuk kampanye terselubung.
“Ini sekadar untuk hiburan saja, lomba ini hanya event biasa yang bertujuan untuk melihat kreatifitas masyarakat, khususnya para pemuda. Kalau mau dibilang kampanye boleh, tapi dibilang bukan kampanye juga boleh,” jelas Didik, Senin (28/5/2012).
Lomba digelar mulai 1 Juni hingga 15 Juni 2012, dan pemenang lomba akan diumumkan pada 25 Juni dengan hadiah uang tunai hingga puluhan juta rupiah.
Dikawal 24 Jam, Hidayat Nurwahid Kaget
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Adanya ketentuan untuk melakukan pengawalan melekat terhadap setiap pasangan cagub dan cawagub demi menjaga keamanannya membuat kaget Hidayat Nurwahid, cagub nomor urut empat.
“Jujur, saya terus terang agak kaget ketika kami harus dikawal tiga orang polisi selama 24 jam,” tutur Hidayat Nur Wahid saat acara silaturahmi dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, Rabu (16/5/2012).
Hidayat beranggapan, jika pengawalan yang diberikan padanya serta pasangan lain memberi kesan Jakarta tidak aman. “Saya khawatir (pengawalan) mengesankan Jakarta tidak aman, padahal setahu kami, kami orang-orang baik. Saya kok bingung Jakarta seperti tidak aman, kok melekat sampai 24 jam,” ungkap Hidayat.
Hidayat: Angka 4 Seperti 4 Penjuru Mata Angin
JAKARTA – Pasangan calon gubernur yang diusung PKS, Hidayat Nur Wahid- Didik J Rachbini, mendapatkan nomor empat pada Pilgub DKI Jakarta Juli mendatang. Menurut Hidayat, angka empat memiliki arti empat penjuru mata angin.
“Alhamdullilah angka 4 apapun filosofinya kita harus menjunjung,” kata Hidayat usai menghadiri penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, di Hotel Sultan, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (12/5/2012).
Alasan Warga Solo Lebih Pilih Hidayat daripada Jokowi
JAKARTA – Paguyuban Masyarakat Solo Raya dan Yogyakarta lebih kepincut dengan sosok bakal calon gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nurwahid, ketimbang Joko Widodo yang notabene Wali Kota Solo.
“Kalau Pak Jokowi belum ketahuan bisa memimpin Jakarta atau tidak. Tapi kalau pak Hidayat sudah menjadi Presiden PKS sebanyak dua kali dan menjadi Ketua MPR,” ujar Kepala Paguyuban Masyarakat Solo Raya dan Yogyakarta, Sahiran, di Jakarta, Minggu (6/5/2012).
Karena itulah, mereka yakin kalau pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960 itu bakal mampu memimpin Jakarta.
Sahiran yang juga Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Sejahtera (IKS) ini menegaskan, dirinya dan seluruh warga Solo Raya dan Yogya di Jakarta, berkomitmen untuk mengubah Ibu Kota menjadi lebih baik.














Recent Comments